Apa yang Harus Dilakukan di 90 Hari Pertama Saat Masuk Kerja?

Tiga bulan pertama setelah mendapatkan pekerjaan baru merupakan periode yang sangat penting dalam perjalanan karier. Bagi fresh graduate, 90 hari pertama bahkan bisa menjadi masa yang menentukan bagaimana Anda beradaptasi, membangun reputasi, memahami pekerjaan, dan menunjukkan potensi kepada perusahaan.

Ketika pertama kali masuk kerja, mungkin Anda merasa harus langsung menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, menjadi karyawan yang baik bukan berarti harus langsung menguasai semuanya dalam beberapa hari.

Anda membutuhkan waktu untuk memahami sistem, budaya perusahaan, rekan kerja, tanggung jawab, target, serta standar pekerjaan.

Karena itu, 90 hari pertama sebaiknya tidak dijalani secara asal.

Anda dapat membaginya menjadi tiga tahap: 30 hari pertama untuk belajar dan beradaptasi, 30 hari berikutnya untuk mulai memberikan kontribusi, dan 30 hari terakhir untuk menunjukkan perkembangan serta merencanakan langkah selanjutnya.

Panduan 90 hari pertama saat masuk kerja


Pendekatan ini sering dikenal sebagai rencana 30-60-90 hari.

Lalu, apa saja yang sebaiknya dilakukan selama 90 hari pertama saat masuk kerja?

Berikut panduan lengkapnya.

Mengapa 90 Hari Pertama Sangat Penting?

Ketika seseorang masuk ke perusahaan baru, bukan hanya karyawan yang sedang menilai apakah pekerjaan tersebut cocok.

Perusahaan juga sedang mengamati karyawan baru.

Atasan dan rekan kerja biasanya akan melihat bagaimana Anda:

  • Beradaptasi dengan lingkungan.
  • Memahami instruksi.
  • Berkomunikasi.
  • Menyelesaikan pekerjaan.
  • Menghadapi masalah.
  • Menerima feedback.
  • Mengelola waktu.
  • Bekerja dalam tim.
  • Menunjukkan inisiatif.

Bukan berarti Anda harus sempurna.

Justru perusahaan biasanya memahami bahwa karyawan baru masih membutuhkan proses belajar.

Namun, perkembangan dari minggu ke minggu dapat menunjukkan apakah Anda mampu belajar dan berkembang.

Karena itu, jangan melihat 90 hari pertama hanya sebagai masa percobaan.

Anggap periode tersebut sebagai kesempatan untuk membangun fondasi karier.

Hari 1–30: Fokus Belajar dan Beradaptasi

Bulan pertama sebaiknya digunakan untuk memahami lingkungan kerja.

Jangan terlalu terburu-buru ingin mengubah sistem atau menunjukkan bahwa Anda lebih tahu daripada orang lain.

Prioritas utama adalah belajar.

1. Pahami Job Description

Langkah pertama adalah memahami tanggung jawab utama Anda.

Baca kembali job description yang diberikan ketika proses rekrutmen.

Kemudian bandingkan dengan pekerjaan yang benar-benar Anda lakukan.

Cari tahu:

  • Apa tugas utama Anda?
  • Apa target pekerjaan?
  • Siapa atasan langsung?
  • Siapa yang menerima hasil pekerjaan?
  • Apa deadline penting?
  • Bagaimana kinerja Anda dinilai?
  • Apa pekerjaan yang menjadi prioritas?

Jika terdapat bagian yang belum jelas, tanyakan kepada atasan atau senior.

Semakin jelas pemahaman Anda terhadap pekerjaan, semakin mudah menentukan prioritas.

2. Pelajari Sistem dan Prosedur Perusahaan

Setiap perusahaan mempunyai cara kerja yang berbeda.

Software yang digunakan, prosedur approval, sistem pelaporan, hingga cara berkomunikasi dapat berbeda dari tempat Anda sebelumnya.

Jika ini merupakan pekerjaan pertama, perbedaan tersebut akan terasa semakin besar.

Catat prosedur penting.

Misalnya:

  • Cara mengajukan izin.
  • Proses approval.
  • Cara membuat laporan.
  • Sistem absensi.
  • Penggunaan software.
  • Prosedur komunikasi.
  • Aturan keamanan data.
  • Kebijakan perusahaan.

Jangan mengandalkan ingatan saja.

Catatan kecil dapat sangat membantu selama masa adaptasi.

3. Kenali Rekan Kerja

Anda tidak harus langsung berteman dekat dengan semua orang.

Namun, mengenal orang-orang yang bekerja bersama Anda sangat penting.

Cari tahu siapa yang:

  • Satu tim dengan Anda.
  • Menjadi atasan.
  • Menjadi senior.
  • Menangani pekerjaan terkait.
  • Sering berkolaborasi dengan posisi Anda.
  • Bertanggung jawab terhadap proses tertentu.

Memahami struktur hubungan kerja akan membuat komunikasi menjadi lebih mudah.

4. Amati Budaya Perusahaan

Budaya kerja tidak selalu tertulis di dalam buku aturan.

Sebagian besar justru terlihat dari kebiasaan sehari-hari.

Perhatikan:

  • Bagaimana orang berkomunikasi?
  • Seformal apa komunikasi dengan atasan?
  • Bagaimana meeting dilakukan?
  • Bagaimana feedback diberikan?
  • Bagaimana orang menyampaikan masalah?
  • Bagaimana keputusan dibuat?

Jangan terburu-buru menilai apakah budaya tersebut baik atau buruk.

Gunakan bulan pertama untuk memahami konteks.

5. Catat Istilah dan Informasi Penting

Setiap perusahaan biasanya memiliki istilah internal.

Nama produk, singkatan, kode pekerjaan, nama sistem, atau istilah tertentu mungkin terdengar asing bagi karyawan baru.

Buat catatan khusus.

Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai terbiasa.

6. Jangan Takut Bertanya

Bertanya bukan tanda bahwa Anda tidak mampu.

Sebagai karyawan baru, Anda memang perlu bertanya.

Namun, usahakan melakukan sedikit riset atau mencoba terlebih dahulu sebelum bertanya.

Contohnya, jangan hanya mengatakan:

"Saya tidak tahu bagaimana mengerjakannya."

Lebih baik mengatakan:

"Saya sudah mencoba langkah A dan B, tetapi hasilnya belum sesuai. Apakah untuk kasus seperti ini sebaiknya menggunakan prosedur C?"

Pertanyaan seperti ini menunjukkan bahwa Anda sudah berusaha memahami masalah.

7. Fokus Memahami Ekspektasi Atasan

Setiap atasan memiliki ekspektasi berbeda.

Ada yang sangat memperhatikan detail.

Ada yang lebih fokus pada hasil.

Ada yang menginginkan update rutin.

Ada pula yang memberikan kebebasan kepada karyawan selama target tercapai.

Cobalah memahami gaya kerja atasan Anda.

Jika perlu, tanyakan secara langsung:

"Apa hal utama yang ingin Bapak/Ibu lihat dari pekerjaan saya dalam beberapa bulan pertama?"

Pertanyaan tersebut dapat membantu Anda memahami prioritas.

Hari 31–60: Mulai Memberikan Kontribusi

Setelah satu bulan, Anda seharusnya mulai mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang pekerjaan.

Bukan berarti sudah menguasai semuanya.

Namun, Anda mulai memahami proses dasar.

Pada tahap kedua, fokus mulai bergeser dari belajar menjadi memberikan kontribusi.

8. Tingkatkan Kecepatan dan Kualitas Kerja

Bandingkan kemampuan Anda dengan bulan pertama.

Apakah Anda sekarang lebih cepat?

Apakah jumlah kesalahan berkurang?

Apakah Anda sudah tidak perlu bertanya mengenai hal-hal dasar?

Jika iya, berarti Anda mengalami perkembangan.

Jangan hanya mengejar kecepatan.

Pastikan kualitas tetap terjaga.

Pekerjaan cepat tetapi penuh kesalahan tidak memberikan keuntungan bagi tim.

9. Mulai Mengambil Inisiatif

Setelah memahami pekerjaan, mulai tunjukkan inisiatif.

Misalnya, Anda menemukan proses yang sebenarnya dapat dibuat lebih sederhana.

Jangan langsung mengubahnya tanpa izin.

Sampaikan terlebih dahulu kepada atasan.

Contohnya:

"Saya melihat ada beberapa langkah yang mungkin bisa dibuat lebih sederhana. Kalau diperbolehkan, saya ingin mencoba membuat alternatif prosesnya."

Inisiatif seperti ini menunjukkan bahwa Anda tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga memikirkan cara meningkatkan pekerjaan.

10. Bangun Hubungan dengan Tim Lain

Pekerjaan Anda mungkin berkaitan dengan departemen lain.

Misalnya:

  • Finance dengan Sales.
  • Marketing dengan Product.
  • HR dengan seluruh departemen.
  • IT dengan berbagai pengguna sistem.

Mulailah mengenal orang-orang yang sering berhubungan dengan pekerjaan Anda.

Networking internal dapat membuat proses kerja menjadi lebih mudah.

11. Minta Feedback

Bulan kedua merupakan waktu yang baik untuk meminta feedback.

Anda dapat bertanya kepada atasan:

"Menurut Bapak/Ibu, bagaimana perkembangan saya sejauh ini dan apa yang perlu saya perbaiki?"

Jangan hanya meminta pujian.

Yang paling berharga justru feedback yang menunjukkan kelemahan.

Catat feedback tersebut.

Kemudian buat tindakan nyata untuk memperbaikinya.

12. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan

Setelah menjalani pekerjaan selama beberapa minggu, Anda mulai mengetahui kemampuan diri.

Mungkin Anda ternyata sangat baik dalam analisis data.

Atau Anda mempunyai kemampuan komunikasi yang bagus.

Sebaliknya, mungkin Anda masih lemah dalam presentasi atau pengolahan data.

Gunakan informasi tersebut untuk menentukan skill yang perlu dikembangkan.

13. Mulai Mencari Cara Bekerja Lebih Efisien

Jangan hanya bertanya:

"Bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan?"

Mulailah bertanya:

"Bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan ini dengan lebih efektif tanpa mengurangi kualitas?"

Misalnya:

  • Membuat template.
  • Menggunakan shortcut.
  • Mengotomatisasi pekerjaan sederhana.
  • Membuat checklist.
  • Mengatur folder secara sistematis.
  • Menggunakan spreadsheet dengan lebih baik.

Namun, pastikan perubahan tersebut sesuai dengan aturan perusahaan.

Hari 61–90: Tunjukkan Perkembangan

Memasuki bulan ketiga, Anda seharusnya sudah mulai merasa lebih nyaman.

Kini saatnya menunjukkan bahwa Anda tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi.

14. Ambil Tanggung Jawab yang Lebih Besar

Jika pekerjaan utama sudah dikuasai, Anda dapat mulai mengambil tanggung jawab tambahan yang sesuai kemampuan.

Misalnya:

  • Menjadi PIC pekerjaan tertentu.
  • Membantu anggota tim.
  • Mengelola proyek kecil.
  • Membuat laporan.
  • Menangani komunikasi dengan pihak tertentu.

Jangan mengambil terlalu banyak sekaligus.

Pilih tanggung jawab yang dapat membantu Anda berkembang.

15. Tunjukkan Hasil, Bukan Sekadar Kesibukan

Bekerja dari pagi sampai sore belum tentu berarti Anda memberikan kontribusi besar.

Yang lebih penting adalah hasil pekerjaan.

Mulailah memahami dampak pekerjaan Anda.

Misalnya:

  • Pekerjaan selesai lebih cepat.
  • Kesalahan berkurang.
  • Proses menjadi lebih efisien.
  • Target tercapai.
  • Pelanggan mendapatkan respons lebih cepat.
  • Tim terbantu menyelesaikan proyek.

Jika ada hasil yang dapat diukur, simpan datanya.

16. Buat Catatan Pencapaian 90 Hari

Sebelum menyelesaikan bulan ketiga, buat catatan mengenai apa saja yang sudah Anda lakukan.

Misalnya:

Bulan pertama:

Memahami sistem dan prosedur perusahaan.

Bulan kedua:

Mulai menangani pekerjaan secara mandiri.

Bulan ketiga:

Berhasil menangani proyek tertentu.

Catatan tersebut berguna untuk evaluasi kinerja dan perkembangan karier.

17. Evaluasi Target Awal

Kembali lihat target yang Anda buat ketika mulai bekerja.

Tanyakan:

  • Apa yang sudah tercapai?
  • Apa yang belum?
  • Mengapa belum tercapai?
  • Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apa target berikutnya?

Evaluasi ini dapat dilakukan bersama atasan.

18. Diskusikan Perkembangan dengan Atasan

Setelah 90 hari, mintalah waktu untuk membahas perkembangan.

Anda dapat mengatakan:

"Saya ingin mengevaluasi perkembangan selama tiga bulan pertama. Apakah ada feedback atau hal yang menurut Bapak/Ibu perlu saya tingkatkan?"

Diskusi seperti ini menunjukkan bahwa Anda serius dengan perkembangan karier.

19. Tentukan Skill yang Perlu Dikembangkan

Setelah mengetahui kekuatan dan kelemahan, tentukan skill berikutnya.

Misalnya, Anda menyadari bahwa pekerjaan membutuhkan kemampuan Excel yang lebih baik.

Buat target belajar Excel.

Jika sering melakukan presentasi, tingkatkan presentation skill.

Jika berhubungan dengan pelanggan, tingkatkan communication skill.

Jangan mengembangkan skill secara acak.

Pilih yang paling relevan dengan karier.

20. Mulai Memikirkan Target 6–12 Bulan Berikutnya

Setelah melewati 90 hari, Anda sudah mempunyai pengalaman yang cukup untuk menentukan target berikutnya.

Misalnya:

Dalam 6 bulan:

Menguasai sistem kerja dan menjadi lebih mandiri.

Dalam 12 bulan:

Mampu menangani proyek tertentu atau memperoleh tanggung jawab lebih besar.

Target tidak harus selalu berupa promosi.

Peningkatan kemampuan juga merupakan pencapaian.

Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Selama 90 Hari Pertama

Selain mengetahui apa yang harus dilakukan, Anda juga perlu mengetahui hal-hal yang sebaiknya dihindari.

1. Terlalu Cepat Mengkritik

Jangan langsung mengatakan bahwa sistem perusahaan buruk.

Pahami dulu mengapa sistem tersebut digunakan.

2. Terlalu Banyak Membandingkan

Jangan terus mengatakan:

"Di kampus saya caranya tidak seperti ini."

Sekarang Anda berada di lingkungan profesional yang berbeda.

3. Terlalu Sering Menggunakan Ponsel untuk Urusan Pribadi

Gunakan ponsel secara bijak selama jam kerja.

4. Terlambat Berulang Kali

Kebiasaan ini dapat memengaruhi persepsi terhadap profesionalisme Anda.

5. Menyalahkan Orang Lain

Jika terjadi kesalahan, fokus pada solusi.

6. Ikut Gosip Kantor

Jaga profesionalisme dan hindari menyebarkan informasi yang belum tentu benar.

7. Mencoba Terlihat Sempurna

Tidak ada karyawan yang sempurna.

Lebih baik menunjukkan perkembangan daripada berpura-pura tidak pernah melakukan kesalahan.

Contoh Checklist 90 Hari untuk Fresh Graduate

Agar lebih mudah diterapkan, berikut contoh checklist sederhana.

Hari 1–30

Memahami job description.
Mengenal anggota tim.
Memahami struktur organisasi.
Mempelajari SOP.
Mengenal software yang digunakan.
Memahami budaya kerja.
Mencatat instruksi penting.
Mengetahui ekspektasi atasan.
Menyelesaikan tugas dasar.

Hari 31–60

Mengerjakan tugas dengan lebih mandiri.
Mengurangi kesalahan.
Meminta feedback.
Membangun networking internal.
Mengambil inisiatif kecil.
Mencari cara meningkatkan efisiensi.
Mengidentifikasi skill yang perlu ditingkatkan.

Hari 61–90

Mengambil tanggung jawab lebih besar.
Menyelesaikan proyek atau tugas penting.
Mencatat pencapaian.
Mengevaluasi perkembangan.
Mendiskusikan feedback dengan atasan.
Menentukan skill berikutnya.
Membuat target 6–12 bulan.

Apakah 90 Hari Pertama Harus Selalu Sempurna?

Tidak.

Tujuan 90 hari pertama bukan untuk membuktikan bahwa Anda adalah karyawan terbaik di perusahaan.

Tujuannya adalah menunjukkan bahwa Anda mampu:

Belajar → Beradaptasi → Berkontribusi → Berkembang.

Jika dalam tiga bulan pertama Anda masih melakukan kesalahan, itu bukan masalah selama terdapat perkembangan.

Misalnya, bulan pertama Anda membutuhkan bantuan untuk hampir semua tugas.

Bulan kedua Anda mulai bisa bekerja secara mandiri.

Bulan ketiga Anda sudah mampu membantu anggota tim lain.

Itu merupakan perkembangan yang sangat positif.

Bagaimana Jika Setelah 90 Hari Masih Belum Nyaman?

Tidak semua orang dapat langsung merasa nyaman setelah tiga bulan.

Jika masih merasa kesulitan, cari tahu penyebabnya.

Apakah masalahnya karena:

  • Pekerjaan terlalu sulit?
  • Kurang memahami instruksi?
  • Tidak cocok dengan budaya kerja?
  • Kurang percaya diri?
  • Skill belum mencukupi?
  • Komunikasi dengan tim kurang baik?

Setelah mengetahui penyebabnya, Anda dapat mencari solusi yang lebih spesifik.

Jangan langsung menyimpulkan bahwa Anda tidak cocok dengan dunia kerja hanya karena tiga bulan pertama terasa sulit.

Kesimpulan

90 hari pertama saat masuk kerja merupakan kesempatan penting untuk membangun fondasi karier.

Jangan menghabiskan tiga bulan pertama hanya dengan berusaha terlihat sibuk.

Gunakan waktu tersebut untuk belajar, memahami pekerjaan, membangun hubungan profesional, meningkatkan skill, menerima feedback, dan mulai memberikan kontribusi.

Secara sederhana, Anda dapat menggunakan pola:

Hari 1–30: Belajar dan beradaptasi.

Hari 31–60: Mulai berkontribusi dan meningkatkan kemampuan.

Hari 61–90: Menunjukkan hasil dan merencanakan perkembangan berikutnya.

Tidak perlu menuntut diri menjadi sempurna.

Yang jauh lebih penting adalah menunjukkan bahwa Anda terus berkembang.

Jika Anda mampu membangun reputasi sebagai karyawan yang mau belajar, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan memiliki inisiatif, maka 90 hari pertama dapat menjadi fondasi yang sangat baik untuk perjalanan karier Anda.

Ingat, pekerjaan pertama bukan hanya tentang mendapatkan gaji setiap bulan.

Ini adalah kesempatan untuk membangun pengalaman, skill, reputasi, networking, dan arah karier yang dapat memberikan manfaat selama bertahun-tahun ke depan.

FAQ

Apa yang harus dilakukan pada 90 hari pertama kerja?

Fokus pada tiga tahap. 30 hari pertama digunakan untuk belajar dan beradaptasi, 30 hari berikutnya untuk meningkatkan kontribusi, dan 30 hari terakhir untuk menunjukkan hasil serta merencanakan perkembangan berikutnya.

Apa itu rencana 30-60-90 hari?

Rencana 30-60-90 hari adalah cara membagi target awal pekerjaan menjadi tiga periode. Setiap periode memiliki fokus berbeda, mulai dari belajar, berkontribusi, hingga menunjukkan hasil dan menentukan target berikutnya.

Apakah fresh graduate harus langsung menunjukkan prestasi besar?

Tidak. Pada awal bekerja, kemampuan beradaptasi, belajar, memahami pekerjaan, dan membangun reputasi lebih penting daripada memaksakan diri mendapatkan pencapaian besar.

Kapan sebaiknya meminta feedback kepada atasan?

Anda dapat meminta feedback sejak bulan pertama atau kedua. Tidak perlu menunggu evaluasi formal. Feedback lebih awal membantu Anda mengetahui kesalahan dan memperbaikinya sebelum menjadi kebiasaan.

Apa yang harus dilakukan jika melakukan kesalahan pada tiga bulan pertama?

Akui kesalahan, komunikasikan jika diperlukan, cari solusi, dan pelajari penyebabnya. Kesalahan dapat menjadi bagian dari proses belajar selama Anda bertanggung jawab dan berusaha mencegahnya terulang.

Apakah 90 hari pertama menentukan masa depan karier?

90 hari pertama penting untuk membangun fondasi dan reputasi, tetapi bukan berarti menentukan seluruh masa depan karier. Anda masih memiliki banyak kesempatan untuk berkembang, memperbaiki kekurangan, dan mengambil peluang baru.

Penelusuran:

  • 90 hari pertama saat masuk kerja
  • apa yang dilakukan saat pertama masuk kerja
  • tips 90 hari pertama kerja
  • 30 60 90 hari kerja
  • rencana 30 60 90 hari
  • tips fresh graduate masuk kerja
  • cara beradaptasi di tempat kerja
  • pekerjaan pertama fresh graduate
  • tips karyawan baru
  • cara sukses di pekerjaan pertama

Post a Comment

Previous Post Next Post